"CP11 e-commerce Universitas Dhyana Pura"
PERILAKU
KONSUMEN, RISET PASAR dan CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM)
A.
PERILAKU
KONSUMEN
1)
Definisi
Perilaku Konsumen
Perilaku
konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari,
membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah
dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan
dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah
pembelian. Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka
memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan
sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.
Dalam upaya untuk lebih memahami
konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen,
perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki
kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut geografi, demografi,
psikografi, dan perilaku.Perilaku konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi
macam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan
merk tertentu. Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam
menyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Proses pengambilan keputusan
pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan
peran masing-masing.
2)
Peran Perilaku Konsumen
·
Initiator, adalah individu yang mempunyai inisiatif
pembelian barang tertentu
·
Influencer, adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan
pembelian. Informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik
secara sengaja atau tidak
·
Decider, adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau
tidak, apa yang akan dibeli, bagaimana membelinya
·
Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi pembelian
sesungguhny
·
User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa
yang dibeli.
3)
Teori Perilaku Konsumen
·
Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap
konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya
meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari
produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih
besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk
beberapa produk yang lain
·
Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada
faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan
lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku
konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung
·
Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku
pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas,
seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya.
4)
Ciri-Ciri Perilaku Konsumen yang Bersifat Rasional
·
Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan
·
Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal
bagi konsumen
·
Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
·
Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan
kemampuan konsumen
5)
Ciri-Ciri Perilaku
Konsumen yang Bersifat Irrasional
·
Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi
di media cetak maupun elektronik
·
Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang
sudah dikenal luas
·
Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan,
melainkan gengsi atau prestis.
6)
Manfaat
Perilaku Konsumen
Dalam pasar yang semakin intensif
tingkat persaingannya, tuntutan konsumen yang semakin tinggi dan sangat ingin
diperlakukan secara khusus, pemahaman akan konsumen begitu tinggi. Untuk itu
sangatlah dibutuhkan pengetahuan tentang perilaku konsumen demi memuaskan
konsumen dan memenangkan persaingan.Pemahaman terhadap perilaku konsumen sangat
bermanfaat untuk kepentingan penyusunan strategi dan bauran pemasaran. Melalui
pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku penggunaan, pemasar
dapat melakukan segmentasi berdasarkan variabel tersebut. Berdasarkan sikap
konsumen, pemasar dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan secara
tepat.
B.
RISET PASAR
1)
Definisi Riset Pasar
Riset
Pasar adalah sesuatu yang sangat penting dalam bisnis sebab dengan riset pasar
akan diketahui apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga
mengetahui para pesaing bisnis. Dengan diketahuinya apa saja yang diperlukan
pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para pesaing bisnis. Dengan
diketahuinya apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dan juga pesaing yang ada
dapat membuat produk ataupun jasa yang seseuai dengan pasar dan dapat membuat
produk atau jasa dapat bersaing di pasaran. Dengan riset pasar dapat diketahui
pula siapa saja yang membutuhkan produk atau jasa yang ditawarkan,dimana produk
atau jasa tersebut dibutuhkan, dan kualitas produk seperti apa yang dibutuhkan
para konsumen. Dan dapat juga diketahui seberapa besar permintaan dan potensi
permintaan, kapan permintaan tersebut memuncak dan kapan permintaan tersebut
menurun dari konsumen. Sehingga akan mempermudah saat merencanakan strategi
bisnis dan dapat menghasilkan keuntungan yang besar atau optimal. Bisa dibilang
riset pasar adalah otak dalam berbisnis, sebab inilah yang menentukan kemana
langkah strategi dalam berbisnis.
2)
Jenis-Jenis Riset Pasar
Dari hasil riset pasar tersebut kamu
dapat menggunakannya untuk menciptakan sebuah usaha dan juga rencana pemasaran
atau kesuksesan rencana bisnis yang telah disusun. Perlu diketahui terdapat
jenis-jenis riset pasar, diantaranya sebagai berikut:
1)
Riset
Primer adalah riset yang bertujuan mengumpulkan informasi atau data yang
berasal dari analisis penjualan terkini dan efektivitas yang sedang
dipraktekkan sekarang. Riset ini memberikan informasi mengenai pesaing kamu. Cara
dalam melakukan riset ini :
·
Dengan
interview atau wawancara baik langsung (bertatap muka) atau tidak langsung (melalui telepon).
·
Dengan
survey
·
Kuesioner
(online/surat)
·
Diskusi
kelompok untuk mengumpulkan sampel konsumen atau pelanggan potensial dan
mendapatkan umpan balik dari mereka.
2)
Riset
Sekunder yaitu riset yang bertujuan untuk menganalisis data yang sudah
diterbitkan, dengan data sekunder kamu dapat menemukan pesaing, membangun tolak
ukur lalu mengidentifikasi segmen sasaran.
Terdapat
dua macam kategori pengumpulan data :
·
Metode
Kuantitatif adalah kategori
pengumpulan data yang menggunakan analisis matemmatis dan membutuhkan ukuran
sampel yang besar. Hasilnya yaitu memerangkan perbedaan yang signifikan yang
terlihat dalam statistik, biasanya data ini digunakan untuk membantu dalam
penyempurnaan produk atau jasa.
·
Metode
Kualitatif adalah kategori pengumpulan data yang dapat membantu mengembangkan
dan menyempurnakan metode kuantitatif. Data ini dapat membantu pemilik bisnis
baru atau bisnis kecil untuk menemukan permasalahan yang dihadapinya, metode
ini sering menggunakan teknik wawancara untuk mempelajari mengenai pendapat,
prisip maupun kepercayaan para pelanggan.
3)
Metode yang sering digunakan dalam
Riset Pasar
Dalam
membuat riset pasar, umumnya ada tiga metode yang menjadi pilihan banyak pelaku
usaha bisnis. Berikut ini adalah metode-metode tersebut :
·
Kuesioner Dengan cara memberikan daftar
pertanyaan mengenai data yang kamu perlukan untuk usaha kamu sendiri, kamu
perlu menyiapkan responden yang berasal dari konsumen atau pelanggan potensial
yang akan menjawab kuesioner. Biasanya agar para responden brtanggung jawab
penuh dengan jawaban dalam kuesioner sebaiknya kamu memberikan imbalan yang
sepadan, misalnya seperti souvenir dengan sejumlah uang.
·
Riset Group Cara ini membentuk sekelompok orang
dari populasi utama pasar potensial kamu. Tugas mereka yaitu menyampaikan apa
yang mereka perlukan, merasakan produk atau jasa kamu dan memberikan pendapat
mengenai produk atau jasa yang mereka rasakan tadi. Mereka dapat dimintai
pendapat mengenai soal apa yang perlu diperbaiki mengenai produk atau jasa
anda. Dan tentunya kamu perlu menyediakan kompensasi seputar jasa dari group
ini.
·
Survey Cara ini adalah cara yang paling
popular. Disini kamu membuat survey dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang
sederhana dan simple mengenai produk atau jasa yang akan kamu riset. Survey
umumnya bersifat acak dan sering kali secara sukarela. Jadi jangan sampai
pertanyaannya menyita dan menganggu. Tetapi belakangan ini istilah survey juga
dapat merupakan nama lain dari kuesioner.
C.
CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM)
1)
Pengertian
Customer Relationship Management (CRM)
Berbicara mengenai Customer
Relationship Management mau tidak mau terkait dengan kata relationship. Menurut
Amin Widjaja (2008:37),menyatakan bahwa : ”relationship adalah suatu hubungan
terdiri atas serangkaian episode terjadi antara dua belah pihak dalam rentang
waktu tertentu”. Menurut Dwyer yang dikutip oleh Amin Widjaja (2008:38),
lima tahapan perkembangan hubungan yaitu :
1.
Awareness (kesadaran): Terjadi ketika masing-masing pihak
saling memperhatikan dan menimbang kemungkinan untuk menjalin kemitraan.
2.
Exploration (penjajagan) Yaitu fase masing-masing pihak
mencoba menyelidiki dan menguji kapasitas dan kinerja masing-masing.
3.
Expansion (ekspansi atau
peningkatan) Yaitu
peningkatan hubungan terjadi ketika kedua belah pihak merasakan adanya saling
ketergantungan.
4.
Commitment (komitmen) Ditandai oleh meningkatnya penyesuaian
diri dan sikap saling memahami peranan dan tujuan masing-masing.
5.
Akhir hubungan Yaitu kedua belah pihak sepakat
untuk mengakhirinya.
2)
Komponen
Customer Relationship Management (CRM)
Lukas (2001:116), membagi CRM
kedalam tiga komponen utama, yaitu :
1.
Manusia
(People)
Dalam hal ini adalah karyawan yang
memiliki peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan pelaksanaan CRM,
karena merekalah yang melaksanakan CRM sebagai suatu aktifitas atau keinginan
perusahaan. Dengan adanya penerapan CRM telah terjadi suatu perubahan paradigma
pemasaran, bila sebelumnya produksi menjadi fokus utama maka dalam penerapan
CRM, pelangganlah yang menjadi fokus utama.
2.
Proses
(Process)
Implementasi CRM akan merubah proses
usaha yang telah ada sebelumnya. Baik proses usaha yang melibatkan pelanggan
secara langsung maupun yang tidak. Pada CRM seluruh fungsi usaha yang ada harus
berfokus kepada pelanggan.
3)
Proses-proses CRM :
1.
Identifikasi
: Identifikasi pelanggan dan prospek berdasarkan data yang ada, siapa pelanggan
yang menguntungkan, dia tinggal dimana dan mengapa dia menguntungkan.
Kebanyakan perusahaan hanya peduli seberapa besar keuntungan yang diperoleh
dari pelanggannya tanpa tahu siapa pelanggannya yang telah memberikan keuntungan.
Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang pelanggan seperti :
·
Firmagrafik
: yaitu informasi tentang pelanggan atau perusahaan yang melakukan bisnis
dengan kita, seperti : alamat, bidang bisnis, kode pos dan sebagainya.
·
Demografi
dan psikografi : yaitu info yang menyangkut contact pearson (pelanggan).
·
Infografi
: bagaimana contact pearson
menginginkan cara interaksi dalam mendapatkan informasi mengenai dirinya.
2.
Diferensiasi
: Segmentasikan pelanggan berdasarkan tingkah laku, demografi, ekspetasi
pelanggan.
3.
Interaksi:
Membuat rencana terbaik untuk berinteraksi dengan pelanggan, kemudian membuat
program kesetiaan pelanggan, cross selling, dan sebagainya. Semakin lama
interaksi terjadi, semakin tahu satu sama lain, semakin enggan pelanggan pindah
ke pesaing karena pelanggan akan merasa berat untuk memulai hubungan baru
dengan pesaing. Interaksi dapat dilakukan dengan e-mail, telepon dan fax,
surat, serta tatap muka.
4.
Personalisasi:
Produk maupun program loyalitas yang disesuaikan dengan keinginan pelanggan
secara terus-menerus. Menggunakan semua informasi yang telah didapat sebelumnya
untuk membuat barang dan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.
5.
Teknologi
(Technology): Teknologi memiliki peranan dalam CRM. Pertama, adalah membangun
data base pelanggan mulai dari sistem operasi hingga transaksi. Kedua,
menganalisis siapa pelanggan paling bagus, dia beli apa, berapa sering. Ketiga,
melaksanakan aktifitas penjualan, marketing, dan customer service dengan
menyatukan saluran komunikasi berbeda (operational CRM).
4)
Tujuan
Customer Relationship Management (CRM)
Dalam
penerapannya CRM memiliki beberapa tujuan menurut Lukas (2001:6), diantaranya :
·
Mendapatkan
pelanggan
·
Mengetahui
pelanggan
·
Mempertahankan
pelanggan yang menguntungkan
·
Mengembangkan
pelanggan yang menguntungkan
·
Merubah
pelanggan yang belum menguntungkan menjadi menguntungkan.
Pada
dasarnya CRM bertujuan untuk proses adaptasi antara perusahaan dengan pelanggannya.
Program CRM yang diterapkan dengan baik adalah seperti benang yang menjalar
keseluruh perusahaan. Jadi departemen apapun yang sebenarnya bertanggung jawab
menjalankan program CRM, setiap divisi, setiap departemen, dan setiap anggota
karyawan harus tahu tentang program tersebut, tujuan-tujuannya, dan yang paling
penting, apa peranan mereka dan bagaimana mereka dapat memberikan konstribusi
dalam menjalankan program itu. Akhirnya, tujuan CRM adalah untuk berkomunikasi
dan berinteraksi dengan satu pelanggan.
5)
Manfaat
Customer Relationship Management (CRM)
Manfaat CRM menurut Amin Widjaja
(2008:10) yang dikutip dari (Tabloid Dot. Com, 2000, hal 11) menyatakan bahwa :
1.
Peningkatan
Pendapatan
Aplikasi CRM menyediakan informasi
untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan perusahaan. Dengan aplikasi CRM,
kita bisa melakukan penjualan dan pelayanan via web sehingga peluang dari
penjualan secara global tanpa perlu menyediakan upaya khusus untuk mendukung
penjualan dan pelayanan tersebut.
2.
Mendorong
Loyalitas Pelanggan
Aplikasi CRM memungkinkan perusahaan
untuk mendayagunakan informasi dari semua titik kontak dengan pelanggan, apakah
itu via web, call center, ataupun lewat staf pemasaran dan pelayanan di
lapangan. Konsisyensi dan aksepsibilitas informasi ini memungkinkan penjualan
dan pelayanan yang lebih baik dengan berbagi informasi penting mengenai
pelanggan itu.
3.
Mengurangi
Biaya
Dengan kemampuan swalayan dalam penjualan
dan pelayanan pelanggan, ada biaya yang bias dikurangi. Misalnya dengan
memanfaatkan teknologi web. Aplikasi CRM juga memungkinkan penjualan atau
pelayanan dengan biaya lebih murah dalam sebuah skema program pemasaran yang
spesifik dan terfokus.
4.
Meningkatkan
Efisiensi Operasional
Otomasi penjualan dan proses layanan
dapat mengurangi risiko turunnya kualitas pelayanan dan mengurangi beban cash
flow. Penggunaan teknologi web dan call center misalnya, akan mengurangi
hambatan birokrasi dan biaya serta proses administratif yang mungkin timbul.
5.
Peningkatan
Time To Market
Aplikasi CRM memungkinkan kita membawa produk ke pasar
dengan lebih cepat dengan informasi pelanggan yang lebih baik, adanya data
trend pembelian oleh pelanggan, sampai integrasi dengan aplikasi ERP untuk
keperluan perencanaan yang lebih baik. Dengan kemampuan penjualan via web, maka
hambatan waktu, geografis, sampai ketersediaan sumber data dapat dikesampingkan
untuk mempercepat penjualan produk tersebut.
I
PUTU ADITYA PRAYOGA
16110111150
MPF/6



Komentar
Posting Komentar